Selasa, 16 Oktober 2012

ilmu pendidikan islam



METODE DAN MEDIA PENDIDIKAN
A.      METODE MENGAJAR
1.      Pengerian Metode
a.      Metode Secara Etimologi
Metode dalam bahasa Arab di kenal dengan istilah Tharigah  yang berati langkah-langkah strategis yang di persiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka metode ini harus diwujudkan dalam proses pendidikan dalam rangka mengembangkan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat di cerna

b.      Metode Secara terminology
Para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:
1)      Hasan Langgulan mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan.
2)      Abd. al-Rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai  tujuan pengajaran.
3)      Ahmad Tafsir mendefinisikan  bahwa metode mengajar adalah cara yang paling tepat dan cepat dalam mengajaran mata pelajaran.
Berdasarkan beberpa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam selabus mata pelajaran[1]



2.      Jenis – Jenis Metode Pendidikan

a.      Metode Ceramah
Metode ceramah adalah, suatu cara pengajian atau penyampaian informasi melalaui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada peserta didik. Prinsip dasar metode ini dalam Alquran .
Firman Allah
Artinya :
            Sesunguhnya kami turunkan Al-Qur’an dengan bahasa aeab,mudah mudahan kamumengerti maksudnya.kami riwayatkan (ceritakan) kepadamu sebaik-baik cerita dengan perantara Al-Qur’an yang kami wahyukan ini,padahal sesunguhnya engkau dahulu tidak mengetahui orang yang (lalai). (Q.S. Yunus :22)
b.      Metode Tanya Jawab
                                    Metode Tanya jawab ialah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarakan atau bacaan yang telah mereka baca.sedangkan murid memberikan jawaban yang berdasarkan fakta.

c.       Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara menyajikan /menyampaikan bahan pembelajaran dimana pendidikmemberikan kesempatan pada peserta didik/membicarakan atau menganalisissecara ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan suatau masalah

d.      Metode Tugas
Metode pemberian tugas adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada murid-murid sedangkan hasil tersbut diperiksa oleh guru dan murid mempertanggung jawab kanya.


e.      Metode Demonstras
Metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dimana guru mempertunjukan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan sesuatu sedangkan murid memperhatikanya.

f.        Metode Exsperimen
Yang dimaksud metode eksprimen adalah suatu cara mengajar dengan cara menyuruh murid melakukan suatu percobaan dan setiap proses dan hasil percobaan dan setiap proses hasil percobaan itu diamati oleh setiap murid sedangkan guru memperhatiakan yang dilakukan oleh murid sambil memberikan arahan.

g.      Metode Kerja Klompok
Metode kerja klompok adalah suatu cara mengajar dimana guru membagi murid-muridnya kedalam klmpok belajar tertentu dan setiap klompok di beri tugas-tugas tertentu dalam rankaian mencapai tujuan pembeljaran sebagai prinsip dasar .

h.      Meode Kisah
Metode kisah ialah suatu cara mengajar dimana guru memberikan materi  pembelajaran melalui kisah atau cerita.
i.        Metode Asmal
Metode asmal yaitu suatu cara mengajar. Dimana guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membuat/ melalaui contoh atau perumpamaan.
j.        Metode targhibdan tarhib
Metode targhib dan tarhib adalah cara mengajar dimana guru meberikan materi pembelajaran dengan mengunakan ganjaran terhadap kebaikan  dan hukuman terhadap keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjahui keburukan.[2]

3.      Prinsip-prinsip Pengunaan Metode
a.      Metode tersebut harus memanfaatkan teori kegiatan mandiri . belajar merupakan akibatdari kegiatan peserta didik. Pada dasarnya belajar itu berujud melalui pengalaman, memberi reaksi dan melakukan. Menurut prinsip ini sesoarang belajar melalui reaksi atau melalui kegiatan mandiri yang merupakan landasan dari semua pembelajaran pengajaran harus dilaksanankan melalaui pembelajaran tangan pertama. Dengan kata lain peserta didik banyak memperoleh pengalaman belajar
b.      Metode tersebut harus memanfaatkan hukuman pembelajaran.kegiatan metode dalam pembelajaran berjalan dengan cara tertib dan efesien sesuai dengan hokum-hukum dasar yang mengatur pengoprsianya. Hokum-hukum dasar yang menyangkut kesiapan,latihan dan akibat, harus di pertimbangkan dengan baik dalam segala jenis pembelajaran.
c.       Metode tersebut melalui awal dari apa yang sudah diketahui peserta didik. Memanfaatkan pengalaman masa lampau peserta didik yang mengandung unsure-unsur yang sama dengan unsure-unsur materi pembelajaran yang dipelajari akan melancarkan pembelajaran. Hal tersebut dapat dicapai dengan sangat baik melalui korelasi dan perbandingan. Pembelajaran akan dipermudah apabila yang memulainya dari apa yang sudah diketahui peserta didik.
d.      Metode tersebut harus didasarkan atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik bertujun menyatukan kegiatan pembelajaran. Ilmu tanpa amal (praktek) seperti kayu tanpa buah.
e.      Metode tersebut harus memperhatikan perbedaan individual dan menginakan prosedur-prosedur yang sesuaidengan cirri-ciri pribadi seperti kebutuhan, minat serta kematangan mentaldan fisik.
f.        Metode harus merangsang kemampuan berfikir dan nalar para peserta didik. Prosedurnya harus memberi peluang bagi kegiatan berfikir dan kegiatan pengorganisasian yang seksama. Prinsip kegiatan mandiri sngat penting dalam mengajar peserta  untuk bernalar.
g.      Metode tersebut harus disesuaikan dengankemajuan peserta didik falam hal keterampilan , kebiasaan, pengetahuan, gagasan, dan sikap peserta didik. Karena semua ini merupakan dasar dalam psikologi perkembangan.[3]

4.      Peran Metode Dalam Pendidikan
Metode dalam pendidikan islam mempunyai peran penting sebab merupakan jempatan merupakan jempatan yang menghubungkan pendidik dan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan islam yaitu terbentuknya kepribadian muslim.[4]


B.      MEDIA PENDIDIKAN
Dari beberapa literature tidak terdapat perbedaan pengertian alat dan media pendidikan. Zakia Daradjat menyebutkan  penegrtian alat pendidikan sm dengan dengan media  pendidikan, sarana pendidikan. Dan menurut Gegne media adalah berbagai jenis komponin dalam lingkungan sisiwa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Senada dengan pendapat Gegne  adalah pendapat Briggsnyang mendefinisikan segala bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan  yang dpat merangsang siswa untuk belajar. Dari definisi diatas Nampak Nampak pengertian media megacu dengan pengunaan alat yang berupa benda untuk membantu proses penyampaian pesan.
Lebih jauh Vernous sebagaimana dipopulerkan oleh Zakia Daradjat  menyebutkan bahwa media pendidikan adalah sumber belajar dan dapat juga diartikan dengan manusia dan benda atau pristiwa yang dapat  mebuat kondisi siswa munkin memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.[5]
1.      Jenis ALat Media Pendidikan
Para ahli telah mengklafikasikan alat/media pendidikan kepada dua bagian: yatu alat pendidikan yang bersifat benda(material ) dan alat pendidikan yng non sifat benda (non materi)
a.      Alat pendidkan yang bersifat benda
Menurut Zakiah Daradjat alat pendidkan yang berupa benda adalah pertama: media tulis , seperti Al-Qur’an, Hadits, Tauhid, Fiqih, Sejarah, kedua: benda-benda alam seperti hewan, manusia tumbuh,tumbuhan dsb.  Ketiga; Gambar-gambar yang dirancang seperti grafik. Keempat: gambar yang diproyeksikan, seperti Vidio, transparan, In-fokus, kelima: Audio Recording (alat Untuk didengar) seperti kaset, Teps, Radio.

b.      Alat Pendidikan Yang Non Bersifat Benda
Alat pendidikan Yang bukan bersifat nono benda terbagi tiga bagian antara lain:
1)      Keteladanan
Menurut Al-Ghazali  seperti yang disitir oleh Fathiyah Hasan Sulaiman, terdapat beberpa sifat penting yang harus dimiliki oleh guru sebagai orang yang ditladani yaitu (1) amanah dan tekun bekerja (2) bersifat lemah lembut dan kasih sayang terhadap murid, (3) dapat memahami dan berlapang dada dalamIlmu serta orang-orang yang mengajarkanya. (4) tidak rakus pada materi (5) berpengetahuan luas (6) istikomah dan berpegang teguh prinsip. 
2)      Perintah Dan Larangan
Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melakukan sesuatu.
Dlam memberikan perintah terdapat perlu yang harus diperhatikan (1) jangan memberi perintah kecuali diperlukan (2) hendaknya perintah itu ketetapan hati dan niat (3) jangan memerintahkan kedua kalinya jika perintah pertama belum dilaksnakan (4) perintah hendaknya benar-benar  di pertimbangkan akan akibatnya (5) perintah hendaknya bersifat umum bukan khusus.Dan larangan sebenranya  sama saja  dengan perintah. Kalau perintah suatau keharusan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka larangan merupakan keharusan untu melakukan Sesutu yang merugikan.


3)      Ganjaran Hukum
Ganjaran itu adalah sesuatu yang menyenangkan yang dijadikan sebagai  hadiah bagi anak yang berperstasi baik dalam belajar, dalam sikap prilaku. Sedangkan hukuman Amir Daien Indra Kusuma  mendefinisikan bahwa huluman sebagai tindakan yang dijatuhkan kepada anak  secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa, yang mempunyai efek jera sehingga anak tidak mau mengulangi lagi perbuatanya. [6]

2.      Prinsip-prinsip Pengunaan Media
Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:
a.      Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai yang diharapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.      Media yang akan digunakanya sesuai dengan materi pembelajaran.
c.       Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siwa.
d.      Media yang akan digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoprasikanya.

3.      Peran media dalam pendidikan
a.      Media membantu memudahkan belajar bagi siswa dan dan juga memudahkan pembelajaran bagi guru.
b.      Memberikan pengalaman lebih nyata (abstrak menjadi konkret)
c.       Menarik perhatian siswa lebih besar (jalanya pembelajaran tidak membosankan)
d.      Semua indra murid dapat diaktifkan.
e.      Lebih menarik perhatian dan minta murid dalam belajar.
f.        Dapat membangkitkan dunia teori dengan realita.


[1] PROF. DR. H. Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam ( Radar Jaya offset Jakarta 2008) h. 184
[2] Ibid h.197
[3] Ibid h.189
[4] http://Arisandi.com
[5] PROF. DR H. Ramayulis opcit h.203
[6] PROf. DR H.Ramayulis. op cit h. 210