METODE DAN
MEDIA PENDIDIKAN
A. METODE MENGAJAR
1.
Pengerian
Metode
a.
Metode
Secara Etimologi
Metode dalam bahasa Arab di kenal dengan istilah Tharigah
yang berati langkah-langkah strategis yang di persiapkan untuk melakukan
suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka metode ini harus
diwujudkan dalam proses pendidikan dalam rangka mengembangkan sikap mental dan
kepribadian agar peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif dan
dapat di cerna
b.
Metode
Secara terminology
Para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:
1)
Hasan
Langgulan mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui
untuk mencapai tujuan pendidikan.
2)
Abd.
al-Rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis
dalam mencapai tujuan pengajaran.
3)
Ahmad
Tafsir mendefinisikan bahwa metode
mengajar adalah cara yang paling tepat dan cepat dalam mengajaran mata
pelajaran.
Berdasarkan beberpa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
metode adalah seperangkat cara, dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam
proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau
menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam selabus mata pelajaran[1]
2.
Jenis
– Jenis Metode Pendidikan
a.
Metode
Ceramah
Metode ceramah adalah, suatu cara
pengajian atau penyampaian informasi melalaui penuturan secara lisan oleh
pendidik kepada peserta didik. Prinsip dasar metode ini dalam Alquran .
Firman Allah
Artinya :
Sesunguhnya
kami turunkan Al-Qur’an dengan bahasa aeab,mudah mudahan kamumengerti
maksudnya.kami riwayatkan (ceritakan) kepadamu sebaik-baik cerita dengan
perantara Al-Qur’an yang kami wahyukan ini,padahal sesunguhnya engkau dahulu
tidak mengetahui orang yang (lalai). (Q.S. Yunus :22)
b.
Metode
Tanya Jawab
Metode
Tanya jawab ialah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa
pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarakan atau
bacaan yang telah mereka baca.sedangkan murid memberikan jawaban yang
berdasarkan fakta.
c.
Metode
Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara
menyajikan /menyampaikan bahan pembelajaran dimana pendidikmemberikan
kesempatan pada peserta didik/membicarakan atau menganalisissecara ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative
pemecahan suatau masalah
d.
Metode
Tugas
Metode pemberian tugas adalah suatu
cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada
murid-murid sedangkan hasil tersbut diperiksa oleh guru dan murid
mempertanggung jawab kanya.
e.
Metode
Demonstras
Metode demonstrasi adalah suatu cara
mengajar dimana guru mempertunjukan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan
sesuatu sedangkan murid memperhatikanya.
f.
Metode
Exsperimen
Yang dimaksud metode eksprimen adalah
suatu cara mengajar dengan cara menyuruh murid melakukan suatu percobaan dan
setiap proses dan hasil percobaan dan setiap proses hasil percobaan itu diamati
oleh setiap murid sedangkan guru memperhatiakan yang dilakukan oleh murid
sambil memberikan arahan.
g.
Metode
Kerja Klompok
Metode kerja klompok adalah suatu
cara mengajar dimana guru membagi murid-muridnya kedalam klmpok belajar
tertentu dan setiap klompok di beri tugas-tugas tertentu dalam rankaian
mencapai tujuan pembeljaran sebagai prinsip dasar .
h.
Meode
Kisah
Metode kisah ialah suatu cara mengajar
dimana guru memberikan materi
pembelajaran melalui kisah atau cerita.
i.
Metode
Asmal
Metode asmal yaitu suatu cara
mengajar. Dimana guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membuat/ melalaui
contoh atau perumpamaan.
j.
Metode
targhibdan tarhib
Metode targhib dan tarhib adalah cara
mengajar dimana guru meberikan materi pembelajaran dengan mengunakan ganjaran
terhadap kebaikan dan hukuman terhadap
keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjahui keburukan.[2]
3.
Prinsip-prinsip
Pengunaan Metode
a.
Metode
tersebut harus memanfaatkan teori kegiatan mandiri . belajar merupakan
akibatdari kegiatan peserta didik. Pada dasarnya belajar itu berujud melalui
pengalaman, memberi reaksi dan melakukan. Menurut prinsip ini sesoarang belajar
melalui reaksi atau melalui kegiatan mandiri yang merupakan landasan dari semua
pembelajaran pengajaran harus dilaksanankan melalaui pembelajaran tangan
pertama. Dengan kata lain peserta didik banyak memperoleh pengalaman belajar
b.
Metode
tersebut harus memanfaatkan hukuman pembelajaran.kegiatan metode dalam
pembelajaran berjalan dengan cara tertib dan efesien sesuai dengan hokum-hukum
dasar yang mengatur pengoprsianya. Hokum-hukum dasar yang menyangkut
kesiapan,latihan dan akibat, harus di pertimbangkan dengan baik dalam segala
jenis pembelajaran.
c.
Metode
tersebut melalui awal dari apa yang sudah diketahui peserta didik. Memanfaatkan
pengalaman masa lampau peserta didik yang mengandung unsure-unsur yang sama
dengan unsure-unsur materi pembelajaran yang dipelajari akan melancarkan
pembelajaran. Hal tersebut dapat dicapai dengan sangat baik melalui korelasi
dan perbandingan. Pembelajaran akan dipermudah apabila yang memulainya dari apa
yang sudah diketahui peserta didik.
d.
Metode
tersebut harus didasarkan atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik
bertujun menyatukan kegiatan pembelajaran. Ilmu tanpa amal (praktek) seperti
kayu tanpa buah.
e.
Metode
tersebut harus memperhatikan perbedaan individual dan menginakan
prosedur-prosedur yang sesuaidengan cirri-ciri pribadi seperti kebutuhan, minat
serta kematangan mentaldan fisik.
f.
Metode
harus merangsang kemampuan berfikir dan nalar para peserta didik. Prosedurnya
harus memberi peluang bagi kegiatan berfikir dan kegiatan pengorganisasian yang
seksama. Prinsip kegiatan mandiri sngat penting dalam mengajar peserta untuk bernalar.
g.
Metode
tersebut harus disesuaikan dengankemajuan peserta didik falam hal keterampilan
, kebiasaan, pengetahuan, gagasan, dan sikap peserta didik. Karena semua ini
merupakan dasar dalam psikologi perkembangan.[3]
4.
Peran
Metode Dalam Pendidikan
Metode dalam pendidikan islam
mempunyai peran penting sebab merupakan jempatan merupakan jempatan yang
menghubungkan pendidik dan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan islam
yaitu terbentuknya kepribadian muslim.[4]
B.
MEDIA
PENDIDIKAN
Dari beberapa literature tidak
terdapat perbedaan pengertian alat dan media pendidikan. Zakia Daradjat
menyebutkan penegrtian alat pendidikan
sm dengan dengan media pendidikan,
sarana pendidikan. Dan menurut Gegne media adalah berbagai jenis komponin dalam
lingkungan sisiwa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Senada dengan
pendapat Gegne adalah pendapat
Briggsnyang mendefinisikan segala bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan yang dpat merangsang siswa untuk belajar.
Dari definisi diatas Nampak Nampak pengertian media megacu dengan pengunaan
alat yang berupa benda untuk membantu proses penyampaian pesan.
Lebih jauh Vernous sebagaimana dipopulerkan oleh Zakia
Daradjat menyebutkan bahwa media
pendidikan adalah sumber belajar dan dapat juga diartikan dengan manusia dan
benda atau pristiwa yang dapat mebuat
kondisi siswa munkin memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.[5]
1.
Jenis
ALat Media Pendidikan
Para ahli telah mengklafikasikan
alat/media pendidikan kepada dua bagian: yatu alat pendidikan yang bersifat
benda(material ) dan alat pendidikan yng non sifat benda (non materi)
a.
Alat
pendidkan yang bersifat benda
Menurut Zakiah Daradjat alat
pendidkan yang berupa benda adalah pertama:
media tulis , seperti Al-Qur’an, Hadits, Tauhid, Fiqih, Sejarah, kedua: benda-benda alam seperti hewan,
manusia tumbuh,tumbuhan dsb. Ketiga; Gambar-gambar yang dirancang
seperti grafik. Keempat: gambar yang
diproyeksikan, seperti Vidio, transparan, In-fokus, kelima: Audio Recording (alat Untuk didengar) seperti kaset, Teps,
Radio.
b.
Alat
Pendidikan Yang Non Bersifat Benda
Alat pendidikan Yang bukan bersifat nono benda terbagi tiga
bagian antara lain:
1)
Keteladanan
Menurut Al-Ghazali seperti yang disitir oleh Fathiyah Hasan
Sulaiman, terdapat beberpa sifat penting yang harus dimiliki oleh guru sebagai
orang yang ditladani yaitu (1) amanah dan tekun bekerja (2) bersifat lemah
lembut dan kasih sayang terhadap murid, (3) dapat memahami dan berlapang dada
dalamIlmu serta orang-orang yang mengajarkanya. (4) tidak rakus pada materi (5)
berpengetahuan luas (6) istikomah dan berpegang teguh prinsip.
2)
Perintah
Dan Larangan
Perintah adalah suatu keharusan untuk
berbuat atau melakukan sesuatu.
Dlam memberikan perintah terdapat perlu yang harus
diperhatikan (1) jangan memberi perintah kecuali diperlukan (2) hendaknya
perintah itu ketetapan hati dan niat (3) jangan memerintahkan kedua kalinya
jika perintah pertama belum dilaksnakan (4) perintah hendaknya benar-benar di pertimbangkan akan akibatnya (5) perintah
hendaknya bersifat umum bukan khusus.Dan larangan sebenranya sama saja
dengan perintah. Kalau perintah suatau keharusan untuk berbuat sesuatu
yang bermanfaat, maka larangan merupakan keharusan untu melakukan Sesutu yang
merugikan.
3)
Ganjaran
Hukum
Ganjaran itu adalah sesuatu yang
menyenangkan yang dijadikan sebagai
hadiah bagi anak yang berperstasi baik dalam belajar, dalam sikap
prilaku. Sedangkan hukuman Amir Daien Indra Kusuma mendefinisikan bahwa huluman sebagai tindakan
yang dijatuhkan kepada anak secara sadar
dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa, yang mempunyai efek jera sehingga
anak tidak mau mengulangi lagi perbuatanya. [6]
2.
Prinsip-prinsip
Pengunaan Media
Agar media pembelajaran benar-benar
digunakan untuk membelarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus
diperhatikan, diantaranya:
a.
Media
yang akan digunakan oleh guru harus sesuai yang diharapkan untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
b.
Media
yang akan digunakanya sesuai dengan materi pembelajaran.
c.
Media
pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siwa.
d.
Media
yang akan digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoprasikanya.
3.
Peran
media dalam pendidikan
a.
Media
membantu memudahkan belajar bagi siswa dan dan juga memudahkan pembelajaran
bagi guru.
b.
Memberikan
pengalaman lebih nyata (abstrak menjadi konkret)
c.
Menarik
perhatian siswa lebih besar (jalanya pembelajaran tidak membosankan)
d.
Semua
indra murid dapat diaktifkan.
e.
Lebih
menarik perhatian dan minta murid dalam belajar.
f.
Dapat
membangkitkan dunia teori dengan realita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar